Senin, 09 Juli 2012

MOURNDAY

Hari ini, Senin tanggal 10 Juli 2012, mungkin adalah salah satu hari yang paling kubenci dalam sejarah hidupku. Sepertinya bertubi tubi saya mendapatkan masalah setelah kerja. Terutama masalah mobil, mobil saya penyok lumayan parah gara gara ditendang pengendara motor tak dikenal yang menyerempet mobil saya. Pada awalnya dia menyenggol mobil, saya menegurnya dengan cukup sopan dan berkata "Mas, kena ya?". Dan ternyata apa yang terjadi, dia marah marah berteriak teriak dengan lantang seperti orang kesetanan dan mulai menendangi mobil saya. Saat itu terus terang marah, tapi ngga ada yang bisa saya lakukan kecuali memendam rasa amarah dan menatap mobil saya dirusak. Seandainya saya keluar dan berkelahi dengan orang itu, saya jamin saya babak belur. Itu orang badannya gede kaya gorilla. Kulitnya item, tampaknya dia berasal dari suku yang terkenal akan kesadisan dan sifat permanismenya serta kabarnya banyak preman yang berasal dari suku ini, ah saya ngga usah nyebutin nama sukunya, itu terlalu SARA buat saya. Salah satu teriakannya yang terngiang-ngiang sampe menjelang tidur adalah "Mentang-mentang punya duit dan naik mobil kamu bisa sombong hah!?". Teriakan itu terasa sangat sakit buat saya. Saya merasa ngga pernah menyakiti orang lain, saya mencari duit dengan cara yang halal. Yang terlintas di kepala saya adalah, kenapa ini orang membenci saya, dan merusak mobil saya karena saya naik mobil dan dia naik motor?? Hhhhhhhhh.. Padahal saya itu juga biker, naik motor dari saya SMA sampe merantau ke Jakarta. Cuma bedanya, saya nyetirnya pake otak. Saya dan istri sempat sedih melihat kendaraan kesayangan kami rusak lumayan parah. Tapi tetep aja kami harus bersyukur dan ikhlas, kami berdua ngga papa sehat walafiat. Pelajaran yang saya petik hari ini mungkin saya harus lebih sabar dalam berkendara. Ini tahun kelima saya hidup di Jakarta, dan memang seperti kata Pak Samsuri dulu, "Ibu kota lebih kejam daripada Ibu tiri". Banyak kejadian yang menyesakkan kami berdua. Dan hal ini semua pada akhirnya mengingatkan saya dengan perkataan seorang teman baik, "Social Capital kita itu udah luntur", dan nampaknya itu juga benar.

Buat semua pengendara motor di luar sana, berkendara lebih hati hati dan bertanggung jawab, kita semua sharing jalan yang sama, jadi saling menghormati dan tenggang rasa.

Benar benar malam yang menyesakkan.