Tanggal 23 Januari 2013, tak terasa sudah 2 menikah dan membina rumah tangga bersama. Saya sangat bahagia hidup bersamanya.
Perjalanan semua orang tidak ada yang 100 persen mulus. Masih banyak tantangan dan persoalan yang kami hadapi (saya menolak menyebut tantangan sebagai masalah). Saya percaya semua ada jalan keluarnya, walaupun perkara ini kami hadapi semenjak kami belum menikah. Banyaklah.
Sekali lagi, walaupun berat, saya selalu percaya bahwa "laut yang tenang tidak pernah menghasilkan pelaut yang hebat".
Semangat.
Rabu, 23 Januari 2013
Two Years
Senin, 09 Juli 2012
MOURNDAY
Hari ini, Senin tanggal 10 Juli 2012, mungkin adalah salah satu hari yang paling kubenci dalam sejarah hidupku. Sepertinya bertubi tubi saya mendapatkan masalah setelah kerja. Terutama masalah mobil, mobil saya penyok lumayan parah gara gara ditendang pengendara motor tak dikenal yang menyerempet mobil saya. Pada awalnya dia menyenggol mobil, saya menegurnya dengan cukup sopan dan berkata "Mas, kena ya?". Dan ternyata apa yang terjadi, dia marah marah berteriak teriak dengan lantang seperti orang kesetanan dan mulai menendangi mobil saya. Saat itu terus terang marah, tapi ngga ada yang bisa saya lakukan kecuali memendam rasa amarah dan menatap mobil saya dirusak. Seandainya saya keluar dan berkelahi dengan orang itu, saya jamin saya babak belur. Itu orang badannya gede kaya gorilla. Kulitnya item, tampaknya dia berasal dari suku yang terkenal akan kesadisan dan sifat permanismenya serta kabarnya banyak preman yang berasal dari suku ini, ah saya ngga usah nyebutin nama sukunya, itu terlalu SARA buat saya. Salah satu teriakannya yang terngiang-ngiang sampe menjelang tidur adalah "Mentang-mentang punya duit dan naik mobil kamu bisa sombong hah!?". Teriakan itu terasa sangat sakit buat saya. Saya merasa ngga pernah menyakiti orang lain, saya mencari duit dengan cara yang halal. Yang terlintas di kepala saya adalah, kenapa ini orang membenci saya, dan merusak mobil saya karena saya naik mobil dan dia naik motor?? Hhhhhhhhh.. Padahal saya itu juga biker, naik motor dari saya SMA sampe merantau ke Jakarta. Cuma bedanya, saya nyetirnya pake otak. Saya dan istri sempat sedih melihat kendaraan kesayangan kami rusak lumayan parah. Tapi tetep aja kami harus bersyukur dan ikhlas, kami berdua ngga papa sehat walafiat. Pelajaran yang saya petik hari ini mungkin saya harus lebih sabar dalam berkendara. Ini tahun kelima saya hidup di Jakarta, dan memang seperti kata Pak Samsuri dulu, "Ibu kota lebih kejam daripada Ibu tiri". Banyak kejadian yang menyesakkan kami berdua. Dan hal ini semua pada akhirnya mengingatkan saya dengan perkataan seorang teman baik, "Social Capital kita itu udah luntur", dan nampaknya itu juga benar.
Buat semua pengendara motor di luar sana, berkendara lebih hati hati dan bertanggung jawab, kita semua sharing jalan yang sama, jadi saling menghormati dan tenggang rasa.
Benar benar malam yang menyesakkan.
Kamis, 22 September 2011
Banjarmasin: Last hunting with my beloved 350D
Ini adalah postingan saya yang terakhir bersama kamera kesayangan saya, Canon 350D, kamera dengan kemampuan metering yang mantap. Canon 350D itu adalah kamera kedua saya dimana saya mengeksplor kamera DSLR dan mulai menggunakan mode manual untuk mengambil gambar. Kamera itu sudah menemani saya belajar fotografi sekitar 3 tahun lah.. Bukan waktu yang sebentar..
Kali itu saya berkesempatan mengunjungi Banjarmasin, kota dengan peradaban sungai yang besar di Indonesia. Mampirlah kami ke Sungai Barito menaiki perahu klotok. Setelah buat janji dengan pemilik perahu, berangkatlah kami ke tengah sungai mencari pasar apung yang terkenal itu. Berangkat setelah subuh, udara masih sangat dingin. Satu hal yang membuat saya kaget, ternyata sungainya sangat besar, bahkan kapal besar pun bisa masuk dan berlayar disana. Saya menyebut sungai ini seperti "laut kecil". *nyengir*
Di tengah perjalanan kami mapir ke Pulau Kembang. Pulau di tengah sungai dengan populasi monyet yang cukup banyak dan nakal. Ngga ada manusia yang tinggal disana. Katanya sih monyetnya kelewat nakal, dan memang nakal sih.
Walaupun letih, tapi saya rasa perjalanan kali ini worthed banget, pengalaman sekali seumur hidup. I wish i could go there again..
Enjoy The Photos Guys!
suasana pemukiman: Kuburan di atas air!pic by me
note : betewe itu gimana nguburnya ya, secara bawahnya air gitu!? Sampe sekarang masih bingung..
SUB POST
Mumpung di Banjarmasin, kita mampir juga ke Martapura, jaraknya cuma sekitar 45 menit. Yang khas disana cuma kain sasirangan yang terkenal dan kerajinan batu-batuan. Since saya ngga ahli dalam urusan batu-batuan, jadinya saya ngga beli batu apapun. Kabarnya banyak batu disana yang palsu. So, watchout guys kalo beli batu disana.
note : kaget lho lihat sasirangan palsu. Gila ya negeri China itu, semua dibuat versi palsunya.
pic by me
End of all, Banjarmasin dan Martapura adalah salah satu kota yang worthed buat dikunjungi. Kulinernya enak, sayang saya ngga sempet motret makanannya. Kalo kesini jangan lupa makan di RM. Cendrawasih. Pindang patin, ikan papuyu dan makanan lainnya uenak! Maknyusss!






































































