Kamis, 22 September 2011

Banjarmasin: Last hunting with my beloved 350D

Mungkin posting kali ini agak sentimentil. Sedih sih nulis ini. *manyun*
Ini adalah postingan saya yang terakhir bersama kamera kesayangan saya, Canon 350D, kamera dengan kemampuan metering yang mantap. Canon 350D itu adalah kamera kedua saya dimana saya mengeksplor kamera DSLR dan mulai menggunakan mode manual untuk mengambil gambar. Kamera itu sudah menemani saya belajar fotografi sekitar 3 tahun lah.. Bukan waktu yang sebentar..
Kali itu saya berkesempatan mengunjungi Banjarmasin, kota dengan peradaban sungai yang besar di Indonesia. Mampirlah kami ke Sungai Barito menaiki perahu klotok. Setelah buat janji dengan pemilik perahu, berangkatlah kami ke tengah sungai mencari pasar apung yang terkenal itu. Berangkat setelah subuh, udara masih sangat dingin. Satu hal yang membuat saya kaget, ternyata sungainya sangat besar, bahkan kapal besar pun bisa masuk dan berlayar disana. Saya menyebut sungai ini seperti "laut kecil". *nyengir*
Di tengah perjalanan kami mapir ke Pulau Kembang. Pulau di tengah sungai dengan populasi monyet yang cukup banyak dan nakal. Ngga ada manusia yang tinggal disana. Katanya sih monyetnya kelewat nakal, dan memang nakal sih.
Walaupun letih, tapi saya rasa perjalanan kali ini worthed banget, pengalaman sekali seumur hidup. I wish i could go there again..

Enjoy The Photos Guys!


Dermaga di kala subuh: menjelang keberangkatan
pic by me

Fajar menyingsing diantara atap rumah
pic by me

Menuju pasar apung
pic by me

Tumpukan kayu yang dialirkan dari hulu
pic by me

Tumpukan kayu lagi
pic by me

Para pedagang mendayung diantara kayu
pic by me

Berinteraksi
pic by me

Berbondong-bondong menuju tempat berkumpul
pic by me

Berbondong-bondong menuju tempat berkumpul (2)
pic by me

Pisang dan jeruk
pic by me

Proses tawar menawar
pic by me

Beraneka ragam
pic by me


Berdagang di pagi yang indah
pic by me

Proses jual beli
pic by me

Proses jual beli (2)
pic by me

Proses jual beli (3)
pic by me

Proses jual beli (4)
pic by me

Proses jual beli (5)
pic by me

Fajar menyingsing diantara atap rumah (2)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (2)
pic by me


Suasana di pinggir sungai
pic by me

Fajar menyingsing diantara atap rumah (4)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (3)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (4)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (5)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (6)
pic by me

warung jajanan di sungai
pic by me


tiga perahu
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (7)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (8)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (9)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (10)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (11)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (12)
pic by me

suasana di dalam kapal ketika sarapan
pic by me

Suasana di pinggir sungai (2)
pic by me

merah putih
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (13)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (14)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (15)
pic by me

Berdagang di pagi yang indah (16)
pic by me

Kapal besar di sungai!
pic by me


Berdagang di pagi yang indah (17)
pic by me

dermaga pulau kembang
pic by me


termenung di pinggir dermaga
pic by me

pintu masuk
pic by me

selamat datang
pic by me

suasana di dalam hutan pulau
pic by me

ray of light
pic by me

bunch of monkey
pic by me

monkey massage
pic by me

uhuk!
pic by me


salah satu monyet disana
pic by me



menunggu kapal
pic by me

terik
pic by me

suasana pemukiman
pic by me

suasana pemukiman (2)
pic by me

suasana pemukiman: Kuburan di atas air!
pic by me
note : betewe itu gimana nguburnya ya, secara bawahnya air gitu!? Sampe sekarang masih bingung..

suasana pemukiman: Kuburan lagi!
pic by me

suasana pemukiman (3)
pic by me

suasana pemukiman (4)
pic by me

take a bath
pic by me

suasana pemukiman (5)
pic by me

suasana pemukiman (6)
pic by me

suasana pemukiman (7)
pic by me

suasana pemukiman (8)
pic by me

suasana pemukiman (9)
pic by me

suasana pemukiman (10)
pic by me

suasana pemukiman (11)
pic by me

suasana pemukiman (11)
pic by me

suasana pemukiman (12)
pic by me

suasana pemukiman (13)
pic by me


SUB POST
Mumpung di Banjarmasin, kita mampir juga ke Martapura, jaraknya cuma sekitar 45 menit. Yang khas disana cuma kain sasirangan yang terkenal dan kerajinan batu-batuan. Since saya ngga ahli dalam urusan batu-batuan, jadinya saya ngga beli batu apapun. Kabarnya banyak batu disana yang palsu. So, watchout guys kalo beli batu disana.

pintu masuk
pic by me

Sasirangan Store
pic by me

fake sasirangan
pic by me
note : kaget lho lihat sasirangan palsu. Gila ya negeri China itu, semua dibuat versi palsunya.

pile of sasirangan
pic by me

Sasirangan store (2)
pic by me

Sasirangan Shirt
pic by me

aneka kerajinan batu
pic by me

aneka kerajinan batu (2)
pic by me

aneka kerajinan batu (3)
pic by me

aneka kerajinan lainnya
pic by me

aneka kerajinan batu ()
pic by me

aneka kerajinan batu
pic by me


aneka kerajinan batu
pic by me


End of all, Banjarmasin dan Martapura adalah salah satu kota yang worthed buat dikunjungi. Kulinernya enak, sayang saya ngga sempet motret makanannya. Kalo kesini jangan lupa makan di RM. Cendrawasih. Pindang patin, ikan papuyu dan makanan lainnya uenak! Maknyusss!

Kamis, 04 Agustus 2011

Sebuah perenungan..

Sebuah perenungan yang semoga tidak percuma adanya.

Malam itu saya merenungi sebuah perkataan dan pernyataan. Saya tiba-tiba merasa bersalah atas semua (ujian) yang terjadi dengan saya dan orang-orang terdekat saya. Semua masalah yang terjadi ini ngga perlu dijabarin satu persatu, banyak sih. Semua ini terjadi (katanya) gara-gara saya kurang tekun dalam beribadah. Sakit sih dengernya. Sakit sekali. Mungkin benar adanya, mungkin saja. Wallahualam bisshawab. Cuma Gusti Allah yang tahu. Ngga ada manusia yang tahu, sekalipun Ulama paling beriman di dunia ini.

Yang saya tahu cuma satu, manusia harus berusaha dan berserah diri. Ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar itu WAJIB, sedangkan berserah diri itu PASTI. kalo masalah tawakal, ngga usah ditanya ya, ngga usah diomongin juga udah pasti berserah diri, kita ini kan semua hamba-Nya. kalo untuk urusan ikhtiar, saya sendiri sudah merasa berusaha secara maksimal mengatasi masalah ini satu per satu, walaupun itu dengan cara saya sendiri, dan atas konsultasi dan restu orang tua. Semua cara (yang benar, setidaknya menurut saya) sudah saya jalani. Saya sudah melakukan ini itu. Saya berusaha maksimal, kadang saya mencoba di luar batas kemampuan saya (walaupun banyak orang bilang batasnya itu hanya langit).

But i'll do my best buat mengatasi masalah ini...
Toh saya juga ngga lari dari semua masalah ini, semua tetap saya hadapi.

Dan kalau pada akhirnya saya disalahkan (atau merasa salah) atas semua masalah yang terjadi akibat saya kurang tekun beribadah, saya cuma ingin minta maaf.. ^_^

Mungkin saya emang banyak dosanya dan ngga tekun beribadah...
Ngga kaya orang lain yang sering ke masjid.
Tapi saya juga percaya satu hal, Kiai yang paling beriman sekalipun, PASTI juga punya masalah, banyak masalah dan itu bukan karena sering atau tidaknya dia ke masjid, bukan karena seberapa tinggi imannya, dan bukan karena derajat agamanya lebih tinggi daripada orang yang biasa saja seperti saya. Tapi karena manusia itu sedang menjalani kehidupan. Dan saya kembali pada sebuah kalimat retorik yang mungkin semua orang tahu akan kalimat ini.

"Semua orang punya masalahnya sendiri-sendiri"

Sampai sekarang saya masih berusaha memecahkan satu per satu masalah itu, dengan segenap tenaga saya. Saya berusaha maksimal memberikan yang terbaik bagi orang yang saya sayangi. Dan saya butuh dukungan dari orang-orang terdekat saya.



Jakarta, 04/08/2011


Saya yang sedang diam
memikirkan semua yang terjadi
di hidup kami

Senin, 11 Juli 2011

Tanjung Karang Beach, Donggala

Pantai Tanjung Karang, Donggala. Suatu saat saya pernah pergi ke Palu dan disarankan oleh seorang teman untuk pergi ke pantai Tanjung Karang, tapi karena satu dan lain hal, saya belum sempat ke sana. Setahun kemudian saya berkesempatan pergi ke Palu lagi. Karena tugas di sana sudah selesai dan Bos emang ngajak jalan kesana, jadilah klop sudah.

Setelah perjalanan sekitar 1 jam dan mampir untung makan Kaledo (Kaki Lembu Donggala) yang maknyuss itu, sampailan saya ke Pantai Tanjung Karang. WOW!, pantai yang fantastis. Ngga ada orang disana, sepi. Berasa di private beach. Pantainya bersih dari sampah. Penduduk di sana ikut memelihara pantai tersebut. Pasirnya putih kasar seperti merica. Airnya bening hijau kebiruan. Ada karang-karang kecil di sebagian bibir pantai. Dan pantainya terletak di teluk, jadi ombaknya ngga terlalu besar. GREAT!. Disana ada beberapa jasa snorkling dan diving yang dimiliki oleh orang bule. Sayang karena waktu jua saya ngga bisa mencicipinya. Maybe next time we'll meet again... Great beach, great ambience... NICE! :)


warung kaledo
kaledonya dimasak sesaat sebelum kita makan, jadi masih fresh
maknyuuus...


the beach
pic by me

the beach (2)
pic by me


the beach (3)
pic by me


the beach (4) : coconut
pic by me


the beach (5)
pic by me


the beach (6)
pic by me


the beach (7)
pic by me


the beach (8)
pic by me


the beach (9) : only us in this beach!
pic by me


the beach (10) : that's why we called it tanjung karang
pic by me


the beach (11) : white sand!
pic by me


the beach (12)
pic by me


...and the crew is...
ki-ka : mbak nisa, ratih, intan, big boss, me

And the suggestion is : Jika temen-temen yang sempat mengunjungi Sulawesi Tengah melalui Palu, then you should (or maybe must) come to this beach!