Kata itulah yang terlintas di pikiran setelah berkunjung ke Ereveld Menteng Pulo di daerah Menteng Pulo. Karena sebelum kita memasuki taman pemakaman yang sangat rapi dan bersih, kita harus melintasi dulu makam tradisional yang sangat semrawut, kotor, suram, ngga teratur dsb. Jujur aja, ketika masuk ke Ereveld Menteng Pulo saya merasa masuk ke tempat yang tenang dan menenangkan dan ngga ngerasa seram sama sekali, karena disana luar biasa rapi, bersih dan terawat. Kenapa ya orang Indonesia ngga bisa mencontoh keteraturan itu?
Setelah lama acara direncanakan dan diorganisir oleh Master Ipung, menghubungi pihak OGS lewat email, akhirnya kita dapat ijin masuk kesana. Semula yang ikut dan mendaftar sekitar 6 orang, karena berbagai alasan dan kesibukan, maka yang jadi berangkat hanya setengahnya.
Ereveld Menteng Pulo is Dutch Cemetery consists of victims during Second World War in the Japanese occupation in Netherlandsche Indies and revolutionary period of 1945 – 1949. It was established since 1947 by Lieutenant General Spoor, A Commander of Royal Dutch Army. He was died in 25 May 1949, and buried in this cemetery. (sumber : http://mahandisyoanata.multiply.com)
And here they are...
graveyard (6)
pic by me
pic by me
pic by me
pic by me
pic by me
pic by me
NB : Thanks to Pak Agus and his sons...












































