Minggu, 22 November 2009

Ereveld Menteng Pulo

...Kerapian di tengah Kesemrawutan...
Kata itulah yang terlintas di pikiran setelah berkunjung ke Ereveld Menteng Pulo di daerah Menteng Pulo. Karena sebelum kita memasuki taman pemakaman yang sangat rapi dan bersih, kita harus melintasi dulu makam tradisional yang sangat semrawut, kotor, suram, ngga teratur dsb. Jujur aja, ketika masuk ke Ereveld Menteng Pulo saya merasa masuk ke tempat yang tenang dan menenangkan dan ngga ngerasa seram sama sekali, karena disana luar biasa rapi, bersih dan terawat. Kenapa ya orang Indonesia ngga bisa mencontoh keteraturan itu?
Setelah lama acara direncanakan dan diorganisir oleh Master Ipung, menghubungi pihak OGS lewat email, akhirnya kita dapat ijin masuk kesana. Semula yang ikut dan mendaftar sekitar 6 orang, karena berbagai alasan dan kesibukan, maka yang jadi berangkat hanya setengahnya.

Ereveld Menteng Pulo is Dutch Cemetery consists of victims during Second World War in the Japanese occupation in Netherlandsche Indies and revolutionary period of 1945 – 1949. It was established since 1947 by Lieutenant General Spoor, A Commander of Royal Dutch Army. He was died in 25 May 1949, and buried in this cemetery. (sumber : http://mahandisyoanata.multiply.com)

And here they are...
bel pintu masuk
pic by me

jalan menuju kapel
pic by me


kapel
pic by me


chime
pic by me


Master Ipung sedang beraksi
pic by me


kapel (2)
pic by me

graveyard
pic by me

graveyard (2)
pic by me

graveyard (3)
pic by me


graveyard (4)
pic by me

graveyard (5)
pic by me

tombstone
pic by me


graveyard (6)
pic by me


graveyard (7)
pic by me

a park instead of a cemetery
pic by me

Master Ipung : berlaga lagi
pic by me

..monumen yang melambangkan penderitaan pada masa penjajahan Jepang, badan kurus dan perut buncit..
pic by me

..monumen yang melambangkan penderitaan pada masa penjajahan Jepang, badan kurus dan perut buncit.. (2)
pic by me

Bendera Belanda
pic by me

tanda peringatan
pic by me

lambang OGS
pic by me

graveyard (8)
pic by me

graveyard (9)
pic by me

Master Ipung menunjukkan keahliannya
pic by me


graveyard (10)
pic by me

graveyard (11)
pic by me

graveyard (12)
pic by me

tempat istirahat di tengah makam
pic by me

tempat istirahat di tengah makam (2)
pic by me

tempat istirahat di tengah makam (3)
pic by me

graveyard (13)
pic by me

graveyard (14)
pic by me

graveyard (15)
pic by me

graveyard (16) : the apartment
pic by me

ornament
pic by me

deretan abu jenasah
pic by me

deretan abu jenasah (2)
pic by me

lotus pond inside the building
pic by me

lotus pond inside the building (2)
pic by me

Penghargaan dari Gubernur Jakarta
pic by me

tangga tua
pic by me

tangga tua (2)
pic by me

Mengintip dunia luar
pic by me

di dalam menara
pic by me

christian
pic by me

moslem
pic by me

yin yang
pic by me

yahudi
pic by me

Kubah Kecil
pic by me

tower
pic by me

Master Ipung lagi
pic by me

Master Arif : action on the rooftop
pic by me

Master Arif and his 70-300
pic by me
*ampun master!*

graveyard (17)
pic by me

pintu di tower
pic by me

clean
pic by me

menunggu senja di makam : gravekeeper's son
pic by me

kubah kecil
pic by me

Master Ipung : front door
pic by me

graveyard (18)
pic by me

Halaman depan Kapel
pic by me

Cross
pic by me

inside the chapel
pic by me

graveyard (19)
pic by me

senja di makam
pic by me

Classic vs Modern
pic by me

graveyard (20)
pic by me

graveyard (21)
pic by me

graveyard (22)
pic by me

shattered propeller
pic by me

graveyard (23)
pic by me

graveyard (24)
pic by me

rooftop
pic by me

lonceng diatas kapel
pic by me




graveyard (25)
pic by me

graveyard (26) : NICE!
pic by me

tanda peringatan saluran air
pic by me

remember
pic by me


graveyard (27)
pic by me

kubah kecil
pic by me

kontras
pic by me

kerapian di tengah kesemrawutan
pic by me


Nice view from the rooftop
pic by me

Gerbang ke salah satu bagian makam
pic by me

salah satu monumen di tengah makam
pic by me

graveyard (28)
pic by me

NB : Thanks to Pak Agus and his sons...

Selasa, 17 November 2009

Buitenzorg City

Bogor, kota seribu angkot... Tujuan jalan-jalan ngga jelas waktu itu...
Kebiasaan kalo nganggur suka nyari-nyari kegiatan, waktu itu kami bertiga (aku, Ali, dan Yuli) secara ngga sengaja dan direncana keluar kosan, dan memutuskan untuk ke Bogor aja. Udah lama ngga nyium bau daun dan pepohonan, yang susah sekali kami dapatkan di ibukota. Ni sebagian foto-fotonya....

inside the train pic by me

inside the train (2)
pic by me

inside the train (3) pic by me

inside the train (4)
pic by me

Master Aliy
pic by me

rest in peace
pic by me


rest in peace (2)
pic by me

rest in peace (3)
pic by me

rest in peace (4)
pic by me

Tombstone
pic by me


rest in peace (5)
pic by me

convex
pic by me



pagar duri di luar istana
pic by me


bogor palace
pic by me


bogor palace (2)
pic by me

persimpangan
pic by me

si Yuli
pic by me

lotus pond
pic by me


lotus pond (another angle)
pic by me

lotus pond ...one
pic by me

lotus pond ...one (another angle)
pic by me

lotus pond...two
pic by me

lotus pond...three
pic by me

lotus pond...lot
pic by me

...ahahay...
pic by me

direction
pic by me


seberapa dalam ya?
pic by me

couple
pic by me

another lotus pond
pic by me

kumpul bocah tepi kolam
pic by me

kumpul bocah tepi kolam (2)
pic by me

soccer time
pic by me

soccer time (kecak hand?)
pic by me

soccer time (lelah)
pic by me

jembatan merah
pic by me


keceriaan keluarga
pic by me

cute baby
pic by me

cute baby (2)
pic by me

cute baby (3)
pic by me

bunga apa ya...lupa...
pic by me

bunga apa ya...lupa... (2)
pic by me

Sacred
pic by me

Perjalanan kami di Kebun Raya Bogor kala itu ditutup oleh monumen untuk mengenang Olivia Mariame, istri dari Sir Thomas Stamford Raffles.

"on thou whom neer my constant heart"
"one moment math forgot"
"tho fate severe math bid us part"
"yet still forget me not"

Sabtu, 10 Oktober 2009

Unpredictable Jakarta!

where everything is started
pic by me

Jakarta, kota yang mempunyai arti tersendiri di hidupku. Tempatku mencari rezeki. Tempatku menatap masa depan. Semua bermula dari tantangan yang dilontarkan oleh Ayahku. And you know what Dad, i accept your challenge, eventhough it is very hard at the beginning.

Unpredictable Jakarta. Alasan kenapa aku menulis post ini dengan judul ini adalah karena aku ngerasa hampir semua hal yang mempengaruhi hidupku di Jakarta berubah tanpa bisa diprediksi. Coba aja sebutin. Dari mulai teman, kerjaan, suasana, cuaca, mood, harga, trend, arus, ketenangan, sampe dengan traffic, especially for the last one. Ngga pernah membayangkan aku mencoba hidup di tempat yang (relatif) dinamis seperti Jakarta. Everything is changed (sometimes suddenly). Dan yang paling penting adalah aku (harus) mulai terbiasa dengan semua perubahan-perubahan yang kadang ngga terprediksi ini. Sebagian orang (termasuk saya) kadang ngerasa dongkol dan stress dengan segala perubahan yang tidak bisa diramalkan ini. Kadang-kadang ngerasa dongkol sampe pengen teriak, tapi kadang cuma bisa ngomong "oowh, okey...". Hehehehe... At least that is what i felt...

Harus mulai membiasakan diri dengan semua perubahan ini.

Senin, 14 September 2009

Sepertinya begitu

tempat kita berpegangan
pic by me

"Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil tapi berikan penghapusnya pada ALLAH, Mohon DIA menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikannya dengan rencanaNYA yang indah dalam hidupmu..."

by NP




Larut malam mengobrol dan membaca sebuah larik indah di layar monitor.
Terinspirasi untuk mengetiknya kembali disini.
Thanks untuk obrolannya malam itu dan thanks juga untuk NP (even i don't know you)

Minggu, 13 September 2009

Masih ingin

setetes embun pagi
pic by me

...masih ingin merasakan kesegaran itu... and i'll take that risk... ^_^

Jumat, 07 Agustus 2009

Just in case

setengah jalan
pic by me


...Pejamkan matamu sandarkan bebanmu
Masih ada yang lain
Masih ada yang lain
Yang lain...

taken from Sebelum Kau Terlelap by DEWA 19

Selasa, 04 Agustus 2009

Cuma Manusia

...melihat dunia...
pic by me


KULDESAK

by Ahmad Dhani

I Look A Round I Fly To Find
A Space To Lay My Head Upon

Aku Bagai Buih Di Laut Biru
Tersapu Ombak Terhempas Badai
Aku Bagai Debu Di Padang Pasir
Terseret Angin Terbakar Panas

Tolonglah Tuhan Beri PetunjukMu
Jalan Yang Benar Menuju JalanMu
Agar Tak Tersesat Di Persimpangan Jalan

Aku Bagai Bintang Di Gelap Malam
Diantara Seribu Bintang
Terdampar Di Puing Jagad Raya
Terkapar Lelah Tak Berdaya

Ku Menangis, Kutertawa
Semua Tak Bisa Di Hindari

Tolonglah Tuhan Beri PetunjukMu
Jalan Yang Benar Menuju JalanMu
Agar Tak Tersesat Di Persimpangan Jalan

NB : I like this song much....

Senin, 03 Agustus 2009

Uneasy... Trust me...

..biar ngga panas..
pic by me

...I hate when somebody's opinion leads into misleading judgement!

NB : The previous note is deleted due to those crap! Sigh!

Selasa, 28 Juli 2009

Warna - Warni

Berwarna
pic by me

Wow, ternyata hidup lebih berwarna warni...
Jangan lupa untuk menikmati hidup yah... ^_^